Inquiry
Form loading...

Perhatian | Tepat sebelum kenaikan pajak, barang-barang Tiongkok menumpuk di pelabuhan negara adidaya Amerika Selatan ini!

25 Desember 2024

Gelombang besar produk ekspor unggulan Tiongkok telah diluncurkan!

Menurut data bea cukai, dalam 10 bulan pertama tahun ini, ekspor barang setengah jadi China ke Brasil mencapai 216,86 miliar yuan, naik 11,8%, dan mewakili 50,2% dari total ekspor China ke Brasil. Di antaranya, produk tekstil, suku cadang otomotif, peralatan listrik, dan modul layar panel datar serta ekspor barang setengah jadi lainnya mengalami pertumbuhan pesat, dengan tingkat pertumbuhan masing-masing sebesar 15,4%, 26,5%, 31,2%, dan 22,2%.Konektor Jumper,Blok Terminal 2 Pin Dan Kabel Pipih populer di Brasil.

Namun di balik semua ini terdapat langkah-langkah berulang Brasil terhadap produk-produk Tiongkok. Dalam hal produk fotovoltaik, produk modul fotovoltaik Tiongkok mendominasi pasar Brasil dengan pangsa pasar 99%. Mulai 1 Januari 2024, Brasil akan memberlakukan kembali tarif impor untuk modul fotovoltaik dan turbin angin (tarif impor untuk modul fotovoltaik adalah 10,8%). Pada akhir tahun, tepatnya pada 15 November, Kementerian Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Brasil (MDIC) mengumumkan akan menaikkan tarif impor modul fotovoltaik dari 9,6% menjadi 25%.

Pada tanggal 17 Oktober, Kementerian Perindustrian, Perdagangan, dan Pembangunan Brasil (MDIC) dan Dewan Eksekutif Perdagangan Luar Negeri (Gecex) memberlakukan tarif tambahan pada sejumlah barang Tiongkok, termasuk: · Tarif 35 persen untuk serat optik dan kabel; · Tarif 25 persen untuk sejumlah produk baja; · Tarif natrium hipoklorit (natrium klorit) dinaikkan dari 9% menjadi 10,8%; · Barang-barang Tiongkok lainnya yang dikenakan tarif tambahan termasuk foil logam, kaleng semprot, titanium dioksida (digunakan dalam cat, tabir surya, pewarna makanan, dll.), dan serat poliester (terutama digunakan dalam pakaian dan dapat digunakan dalam pipa, ikat pinggang, kain filter, tali, tenda kanvas, ban). Selain itu, Brasil telah meluncurkan investigasi anti-dumping terhadap produk-produk Tiongkok tahun ini, termasuk speaker, alat penyemprot, sarung tangan lateks dan PVC non-bedah, jarum suntik subkutan, sisir, kunci kuningan, gembok, etanolamina, dan produk lainnya.